Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah gambaran nasib PT Segara Sumber Primadaya, pengelola PLTU Cilacap berkapasitas 2×300 MW.
Akibat kesalahan spesifikasi turbin, PT Segara Sumber Primadaya harus menanggung kerugian US$28,4 juta per tahun. Tidak itu saja, perusahaan itu harus terjerat masalah finansial, termasuk telat membayar utang batu bara ke PT Adaro Indonesia.
