Minyak kembali naik, namun masih US$81

WELLINGTON (Bloomberg): Harga minyak mentah naik dari level terendah 13 bulan di New York dipicu spekulasi aksi dari pemimpin Eropa untuk mencegah kolepsnya perekonomian regional itu dari gempuran krisis kredit.

Harga minyak naik untuk pertama kali dalam empat hari terakhir setelah 15 negara pengguna euro sepakat menaikkan modal perbankannya. Inggris membeli saham Royal Bank of Scotland Plc dan HBOS Plc.

Disisi lain, Iran, produsen minyak terbesar keempat dunia, akan meminta kepada OPEC untuk memangkas produksi akibat berkurangnya permintaan.

“Setiap orang menanti menlihat perkembangan dari intervensi pemerintah di Eropa itu apakah dapat memberi dampak positif ke pasar, atau setidaknya mengurangi kepanikan,” kata Toby Hassall, research analyst Commodity Warrants Australia Pty di Sydney.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman November naik US$3,37 atau 4,3% menjadu US$81,07 per barel pada transaksi elektronik New York Mercantile Exchange. Di Singapura ditransaksikan pada US$80,83 pada pukul 8:38 a.m.

Harga kontrak ini sempat anjlok US$8,89 atau 10,3% menjadi US$77,70 per barel pada Jumat, 10 Oktober 2008, terendah sejak 10 September 2007. Harga minyak naik ketika indeks saham di Wall Street naik dari level terendah lima tahunnya pada perdagangan akhir pekan.

Pada sepekan lalu harga minyak di Nymex ii sudah anjlok 17%, penurunan mingguan terbesar sejak inveasi AS terhadap Irak pada MAret 2003. Harga tembaga, nikel dan alumunium juga turun dipicu berkurangnya oermintaan di dunia dan dana moneter internasional, International Monetary Fund (IMF) memperingatkan bahwa dunia menuju resesi global.

Harga minyak brent untuk kontrak November juga naik US$2,41 atau 3,3% menjadi US$76,50 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Harga sempat anjlok 10% atau US$8,57 menjadi US474,09 pada 10 Oktober, terendah sejak 4 September 2007. Bahkan sepekan lalu harga terhempas 18%.

International Energy Agency, penasihat untuk 28 negara, pada 10 Oktober memangkas proyeksi permintaan minyak global pada 2008 menjadi 0,5%, terendah sejak 1993. Permintaan minyak pada tahun depan akan naik 700.000 barel per hari menjadi 87,2 juta barel, atau 440.000 barel lebih rendah dari proyeksi semula pada bulan lalu.

Harga minyak anjlok dari rekor tertingginya US4147,27 pada 11 Juli 2008 di Nymex ketika permintaan berkurang dan pelemahan euro dan mata uang di Asia terhadap dolar AS, sehingga mengurangi permintaan untuk komoditas itu akibat penguatan dolar AS.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply