Harga minyak terus jatuh, jadi US$75 per barel

Harga minyak jatuh semakin rendah, menyentuh US$75 per barel di London hari ini karena kecemasan global bahwa krisis finansial membuat permintaan atas energi merosot.

International Energy Agency (IEA) memperingatkan bahwa ancaman resesi dan berlanjutnya krisis finansial akan membuat permintaan minyak melemah dan dana investasi untuk ladang-ladang baru berkurang.

Harga minyak mentah brent North Sea untuk penyerahan November turun jadi US$75 per barel—yang pernah tercapai pada 12 Oktober 2007—sebagai dampak dari respons pedagang terhadap merosotnya bursa saham global.

Kontrak tersebut kemudian stabil pada US$77,23 per barel, turun US$5,43 per barel dari harga Kamis.

Pada Jumat ini, harga minyak mentah light sweet untuk penyerahan November di New York mencapai angka terendahnya tahun ini, yakni US$78,61 per barel. Harga itu stabil pada US$79,94, turun US$6,65 per barel dari Kamis.

Pasar tampaknya tak peduli pada kabar bahwa OPEC akan melaksanakan sidang darurat bulan depan membahas dampak dari krisis finansial ke pasar minyak, di tengah spekulasi bahwa kartel produsen minyak mentah akan memotong produksi guna menciptakan cadangan minyak untuk berjaga-jaga.

“Masa depan pertumbuhan global yang buruk menimbulkan koreksi besar terhadap harga komoditas,” kata analis Martin Lewis dari Deutsche Bank.

“Prediksi pertumbuhan GDP dunia yang lebih buruk akan memicu harga minyak jatuh lebih jauh lagi,” tambahnya.

Dia perkirakan harga minyak bisa menyentuh US$60 per barel.

Tags: , , ,

Leave a Reply