Masyarakat Profesional Madani (MPM) meminta agar penyelamatan perekonomian Indonesia dilakukan dengan cara menggelontorkan dana ke sektor riil.
Di lain pihak, pemerintah telah memutuskan untuk mengucurkan dana Rp25,9 triliun dari Rp290 triliun pos stimulasi pertumbuhan dan jaring pengaman sosial di APBN 2008 guna melonggarkan likuiditas.
Ketua MPM Ismed Hasan Putro mengatakan sebaiknya dana tersebut digunakan untuk menurunkan harga BBM mengingat harga minyak dunia sudah turun ke level US$79 per barel.
“Penurunan BBM akan menggiatkan sektor riil yang akan memperbaiki faktor biaya dan distribusi sehingga faktor fundamental perusahaan membaikyang akan terefleksi pada sektor finansial,” jelasnya kepada Bisnis, hari ini.
Menurutnya, penurunan harga BBM juga akan dapat menurunkan tingkat inflasi yang akhirnya akan memperbaiki kurs dan penurunan tingkat suku bunga.
Dia membandingkan apabila dana APBN dicairkan untuk meredakan likuiditas yang ketat maka dana tersebut tidak menutup kemungkinan justru dipakai masyarakat untuk aksi spekulasi membeli dolar Amerika Serikat.
Sementara, lanjutnya, apabila dana itu digunakan untuk menurunkan BBM maka meski hanya turun sebesar Rp100-Rp200 per liter akan berdampak besar ke tingkat masyarakat, fundamental perusahaan, dan tingkat inflasi.
“Hal ini juga memberi sinyal ke masyarakat kalau harga BBM bisa naik dan turun sesuai kondisi internasional,” tambahnya.
Tags: apbn, bbm, Ekonomi Makro, Keuangan