Indonesia perkenalkan 3 program pada Asian Productivity Organization

Jakarta – Indonesia mengharapkan negara-negara Asia mengadopsi skema pemberdayaan ekonomi usaha mikro, kecil menengah kredit usaha rakyat (KUR), Program Perempuan Keluarga Sehat Dan Sejahtera (Perkassa), dan Program Pembiayaan Produktif Koperasi dan Usaha Mikro (P3KUM).

Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali mengatakan hal itu ketika membuka Asian Productivity Organization Meeting di Hotel Sari Pan Pacific yang diikuti 15 negara perwakilan anggotanya. Pertemuan ini berlangsung hingga 8 Agustus 2008.

“Saya belum tahu best practice (model) yang akan disampaikan peserta lain pada pertemuan ini. Tapi kami sudah memiliki tiga program untuk diperkenalkan melalui forum saling tukar informasi ini,” papar Suryadharma.

Selain Perkassa, Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan organisasi yang berdiri pada 1961 juga memperkenalkan dua program unggulan lain, yakni P3KUM dan KUR.

Program Perkassa, kata Suryadharma, terbukti mampu menarik perhatian anggota APO yang ditandai dengan pemberian penghargaan oleh pendiri Grameen Bank (Bangladesh) Muhammad Yunus kepada Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Program itu menarik perhatian karena pembiayaan Perkassa menyebar ke seluruh kecamatan di Indonesia. Dampak dari peredaran dana di pedesaan itu mampu menjadi sumber pembiayaan bagi pengusaha mikro dan kecil.

Program Perkassa juga sudah mendapat penghargaan pada pertemuan Internasional Micro Finance di Bali belum lama ini.

Saat itulah Ibu Negara mendapat penghargaan karena mampu menggerakkan perekonomian dengan memberdayakan kaum perempuan.

Anggota APO juga tertarik dengan program Bank BRI karena memiliki komitmen untuk menyalurkan kredit pembiayaan usaha mikro. Adapun Pegadaian mempunyai program yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga melalui Kredit Usaha Rumah Tangga (Krista).

Representative APO dari Nepal Bhatarai mengatakan melalui forum ini diharapkan terjadi komunikasi aktif untuk menemukan solusi terbaik untuk menangggulangi pembiayaan usaha mikro di negara masing-masing anggota.

Hal ini sesuai dengan misi pendirian APO, yakni untuk mengembangkan sosial dan perekonomian di kawasan Asia dan Pasifik, termasuk meningkatkan produktivitasnya. Organisasi ini bebas dari wacana politik, diskriminasi dan nonprofit.

Ke-15 negara yang mengirimkan wakil pada pertemuan ini adalah Fiji, Singapura, Vietnam, Filipina, Taiwan, India, Indonesia, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Nepal, Paksitan, Srilanka, Thailand dan Iran.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply