JAKARTA: Kementerian Koperasi dan UKM akan merumuskan standardisasi internasional produk bagi usaha kecil menengah (UKM) Indonesia untuk menghadapi kompetisi global.
Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali mengatakan dalam era keterbukaan pasar internasional saat ini. Indonesia tidak bisa menghindari kehadiran produk luar negeri. Solusi terbaik menjawab tantangan itu adalah meningkatkan kualitas produk UKM Indonesia.
“Produknya harus bagus, murah serta pengiriman juga mudah,” katanya kemarin saat membuka konferensi China-Asean people-to-people friendship organizations kemarin.
Acara pembukaan dihadiri President of The Association of Indonesia-China Economic, Social and Cultural Cooperation, Sukamdani Sahid Gitosardjono dan President of the China-Asean Association, Gu Xiulian.
Saat ini, kata menteri, pasar Indonesia tengah dibanjiri produk asing dengan kualitas internasional. Akibatnya pelaku UKM nasional terdesak dan makin terpuruk karena produk serupa juga masuk secara ilegal.
Dengan meningkatkan kualitas produk, dipandang mampu meredam masuknya produk impor. Untuk mengatasi produk ilegal, dia minta pihak terkait bisa bekerja sama untuk mengatasinya.
“Persaingan memang tidak bisa dihindari karena pintu keluar masuk ke setiap negara pada era globalisasi sangat terbuka. Yang penting Indonesia jangan kebanjiran produk selundup-an,” tegas Suryadharma.
Suryadharma mengatakan pemerintah akan memperketat pengawasan dalam pencegahan barang selundupan terhadap produk impor asal China yang membanjiri pasar dalam negeri sementara daya saing produk lokal akan ditingkatkan.
Serbuan produk China, katanya, tidak dapat ditolak di tengah era globalisasi. Apalagi, ujarnya, harga produk asal Negeri Tirai Bambu itu terjangkau daya beli masyarakat.
“Yang penting itu jangan sampai terjadi membanjirnya barang selundupan karena itu sangat murah dan dapat merugikan industri dalam negeri juga,” katanya.
Kerja sama UKM
Kemenkop juga tengah merancang kerja sama di bidang UKM dengan China, karena negeri tersebut memiliki potensi menguntungkan bagi Indo-nesia dalam bertransaksi bisnis.
Dalam jangka pendek bisa dilakukan kerja sama pemasaran produk ataupun untuk saling tukar informasi antara pelaku UKM.
Meski rencana ini baru sekilas dibicarakan dengan pihak China, Kemenkop akan tetap menindaklanjutinya.
Untuk itu China juga diundang menghadiri pameran pekan produk budaya Indonesia.
Kemenkop juga akan memetakan industri strategis China yang bisa dikerjakan oleh UKM Indonesia ataupun sebaliknya.
Suryadharma mengatakan Pemerintah Indonesia dan China telah bersepakat untuk saling belajar perihal UKM perempuan dan perkembangannya.
“Kami bersepakat untuk saling bertukar informasi, pengalaman, keterampilan, dan yang tidak kalah pen-tingnya adalah bertukar cara memasarkan produk,” katanya.
Sementara itu, Madame Gu Xiulian dalam pidatonya mengatakan, hingga kini China sungguh-sungguh mengembangkan ekonomi khusus perempuan.
Program serupa, katanya, juga dijalankan Kementerian Negara Koperasi dan UKM sejak beberapa tahun lalu yang diberi nama Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (Perkassa).
Program tersebut diterapkan dalam bentuk perkuatan permodalan bagi koperasi dan UKM yang dikelola perempuan.
“Indonesia juga memberikan perhatian khusus terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan. Jadi China sangat tertarik. Inilah yang akan menjadi dasar kerja sama,” demikian Suryadharma Ali.
Tags: Koperasi, Perempuan, Perkassa, ukm, usaha kecil