| Laporan: Dwi Suara Karya 8 Jan 2008 |
Suara Karya Selasa 8 Januari 2008Berbagai kegiatan petnberdayaan masyarakat digulirkan pemerintah dan kalangan swasta untuk meningkatkan perekonomian keluarga di Jakarta dan berbagai daerah. Salah satunya adalah melalui program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (Perkassa). Perkassa merupakan program perkuatan permodalan kepada Koperasi Simpan Pinjam atau Koperasi Jasa Keuangan Syariah yang dikelola dan dianggotai mayoritas perempuan. Tak terasa, program Perkassa telah satu tahun berjalan. Peringatan satu tahun program itu diselenggarakan di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, 27 Desember 2007, dihadiri Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono. Program Kementerian Negara Koperasi dan UKM ini pertama diluncurkan dan diresmikan pada 21 Desember 2006 oleh Ibu Ani Bambang Yudhoyono di Istana Negara, bertepatan dengan suasana Hari Ibu Ke-78. Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), yang diketuai Ibu Widodo AS, menjadi pembina Perkassa.
Dalam sambutannya, Ibu Ani mengharapkan kaum perempuan tidak pasrah terhadap kemiskinan dan turut terlibat dalam upaya meningkatkan taraf hidup. “Perempuan dapat menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga. Perempuan lebih teliti dan tekun dalam menjalankan usaha,” katanya.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, Menteri Perdagangan Mari Elka Pa-ngestu, Ibu Freddy Numberi, Ibu Purnomo Yusgiantoro, Ibu Hasan Wirajuda, Ibu Lukman Edy, Ibu Yusuf Ansyari, Ibu Taufik Effendi, Ibu Bachtiar Chamsyah, Ibu Tatik Fauzi Bowo, Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono, Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, dan Dirut Priamanaya Group yang merupakan pengembang Blok A Pasar Tanah Abang, Djan Faridz. Menurut Ibu Ani Bambang Yudhoyono, jumlah kaum perempuan usia produktif antara 15 hingga 54 tahun, hampir seimbang dengan jumlah kaum pria. Ini menunjukkan bahwa kaum perempuan memiliki potensi yang sangat besar untuk turut terlibat di segala lini pembangunan. Oleh karena itu, Ibu Ani mengajak kaum perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam sejumlah program Perkassa. Apalagi, menurut sebuah penelitian, semakin miskin suatu keluarga maka semakin bergantung kehidupan keluarga itu pada kaum perempuan.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali mengatakan bahwa acara itu untuk menyosialisasikan program Perkassa kepada seluruh lapisan ma-syarakat. Sekaligus membuktikan kemampuan koperasi wanita dan perempuan pengusaha, khususnya skala mikro dan kecil, .dalam mengakses sumber pembiayaan. Melalui Perkassa, sejak 2006 hingga 2007 telah dilakukan perkuatan permodalan kepada 450 koperasi wanita yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air. Pada 2008 ditargetkan jumlah koperasi wanita penerima program Perkassa mencapai 1.000 koperasi wanita atau meningkat empat kali lipat dibanding tahun lalu, dan diharapkan mencapai 3.000 koperasi pada 2009. Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan Kredit Pengembangan Usaha Mandiri (Pundi) kepada eihpat Koperasi Wanita DKI Jakarta. Kredit Perbankan kepada UKM Perempuan dan Kredit Usaha Rumah Tangga (Krista) dari Dirut Pegadaian kepada UKM Perempuan. Dalam kesem-patan yang sama, Priamanaya Group, pengelola Blok A dan Blok B Pasar Tanah Abang, juga menyerahkan secara simbolis 400 kios secara gratis kepada Menteri Koperasi dan UKM Suiyadharma Ali, yang kemudian diserahkan Menteri Suryadharma Ali ke koperasi perempuan dan atlet nasional berprestasi.
Usai acara program Perkassa, Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyonb, didampingi para Menteri dan Pengembang Blok A Pasar Tanah Abang, Djan Faridz, berkesempatan berkunjung ke kios-kios yang ada di Blok A Pasar Tanah Abang. Para pedagang dan pengunjung menyambut gembira kunjungan Ibu Negara. Ibu Ani menilai positif kondisi Blok A Pasar Tanah Abang yang saat ini sangat jauh dari kesan kumuh. “Sekttar 13 tahun yang lalu saya berbelanja di Tanah Abang. Sekarang, saya sungguh kagum dengan kondisi Blok A Pasar Tanah Abang. Semua terlihat bersih, nyaman, dan ber AC. Ini benar-benar pasar tradisional dengan kualitas bintang lima, kata Ibu Ani. Sebelumnya, pada 8 November 2007, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali didampingi Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata dan Ketua DPRD Agus Mahayastra meresmikan Kabupaten Gianyar, Bali, sebagai proyek percontohan prograin Perkassa. Gianyar terpilih. sebagai percontohan nasional karena jumlah koperasi wanita (kopwan) di sana meningkat pesat. Saat ini, dari sekitar 1.000 ko-perasi yang ada di daerah ini, 77 kopwan potensial mendukung program pem-berdayaan perempuan.
Di Jakarta sendiri, pe-ngembangan koperasi perempuan mendapat dukungan banyak pihak. Dalam rangka menyuk-seskan program Perkassa, Yayasan iJamanain bekerja sama dengan PKK DKJ Jakarta, Dinas Koperasi» dan Kantor BKKB DKI Jakarta telah bekerja keras mengembangkan koperasi para ibu di DKI Jakarta melalui pelatihan dan bantuan permodalan.
Menurut Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono, Yayasan Damandiri melalui Bank Bukopin memberikan kredit modal kerja dengan bunga yang sangat ringan. Kredit modal kerja itu diberikan untuk jangka yang relatif panjang sehingga bisa menjadi modal jangka panjang bagi koperasi yang baru dibentuk tersebut. Apabila koperasi telah terbentuk dan kegiatannya cukup baik dan laik bank, melalui Bank Bukopin, Yayasan Damandiri memberikan kredit dengan bunga yang disubsidi.
Dalam peringatan setahun program Perkassa di Blok A Tanah Abang lalu, diberikan kucuran kredit senilai Rp 90,435 miliar, yang terdiri dari Bank Mandiri Rp 40,6 miliar, Bank BRI sebesar Rp 46,8 miliar, Bank BNI Rp 1,5 miliar, Bank DKI Rp 1,5 miliar, PUNDI (Bank Bukopin dan Yayasan Damandiri) sebesar Rp 50 juta per anggota, KRISTA dari Pegadaian sebesar Rp 1 miliar untuk seribu debitur di Tanah Abang. (Dwi Put) |
Suara Karya Selasa 8 Januari 2008