Program Perkassa Mengangkat Perempuan dan Ekonomi Keluarga

IBU Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, 27 Desember lalu menghadiri peringatan satu tahun Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (Perkassa) di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Program Perkassa Mengangkat Perempuan dan Ekonomi Keluarga IBU Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, 27 Desember lalu menghadiri peringatan satu tahun Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (Perkassa) di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Perkassa merupakan program perkuatan permodalan kepada Koperasi Simpan Pinjam atau Koperasi Jasa Keuangan Syariah yang dikelola dan dianggotai oleh mayoritas perempuan. Program Kementerian Negara Koperasi dan UKM ini pertama diluncurkan pada 21 Desember 2006, dan diresmikan oleh Hj Ani Bambang Yudhoyono di Istana Negara, bertepatan dengan suasana Hari Ibu ke-78. Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), yang diketuai Ibu Widodo AS, menjadi pembina Perkassa.

Dalam sambutannya, Ibu Ani mengharapkan kaum perempuan tidak pasrah terhadap kemiskinan dan turut terlibat dalam upaya meningkatkan taraf hidup. Perempuan dapat menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga. Perempuan lebih teliti dan tekun dalam menjalankan usaha, katanya. Hadir dalam acara tersebut, antara lain Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Meneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Ibu Freddy Numberi, Ibu Purnomo Yusgiantoro, Ibu Tatik Fauzi Bowo, Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono, Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, dan Dirut Priamanaya Grup, pengembang Blok A Pasar Tanah Abang Djan Faridz, Ibu Hasan Wirajuda, Ibu Lukman Edy, Ibu Yusuf Ansyari, Ibu Taufiq Effendy, dan Ibu Bachtiar Chamsyah. Menurut Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, jumlah kaum perempuan usia produktif antara 15 hingga 54 tahun, yang hampir seimbang dengan jumlah kaum pria, menunjukkan bahwa kaum perempuan memiliki potensi yang sangat besar untuk turut terlibat di segala lini pembangunan.

Oleh karena itu, Ibu Negara mengajak kaum perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam sejumlah program Perkassa. Apalagi, menurut sebuah penelitian, semakin miskin suatu keluarga, maka semakin bergantung kehidupan keluarga itu pada kaum perempuan. Ibu Ani juga berharap ke depan program Perkassa dapat bekerjasama dengan program Rumah Pintar karena mempunyai kesamaan visi dalam mengembangkan dan pemberdayaan kaum perempuan. Salah satu tujuan program Perkassa untuk membantu ekonomi keluarga dengan mengembangkan usaha-usaha kecil, seperti warung makan, menjual kebutuhan pokok, kue-kue, kerajinan tangan, dan lain-lain. Perkassa akan meningkatkan ekonomi keluarga. Pelaku usaha kecil seperti ini di negera kita jumlahnya cukup besar, sehingga memiliki andil bagi perekonomian bangsa kita, kata Ibu Ani Bambang Yudhoyono. Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, mengatakan bahwa acara itu untuk mensosialisasikan program Perkassa kepada seluruh lapisan masyarakat dan membuktikan kemampuan koperasi wanita dan perempuan pengusaha, khususnya skala mikro dan kecil, dalam mengakses sumber pembiayaan. Suryadharma Ali mengatakan Program Perkassa memfasilitasi pemberian bantuan perkuatan modal berupa bantuan pinjaman modal kepada koperasi untuk disalurkan kepada anggota dengan persyaratan tertentu dan mekanisme dana bergulir.

Melalui Perkassa, sejak 2006 hingga 2007 telah dilakukan perkuatan permodalan kepada 450 koperasi wanita yang tersebar di seluruh Tanah-Air. Pada 2008 ditargetkan jumlah koperasi wanita penerima Program Perkassa mencapai 1.000 koperasi wanita atau meningkat empat kali lipat dibanding tahun lalu, dan diharapkan mencapai 3.000 koperasi pada 2009. Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis berupa bantuan Kredit Pengembangan Usaha Mandiri (Pundi) kepada empat Koperasi Wanita DKI Jakarta. Kredit Perbankan kepada UKM Perempuan, Kredit Usaha Rumah Tangga (Krista) dari Dirut Pegadaian kepada UKM Perempuan. Dalam kesempatan yang sama, Priamanaya Grup, pengelola Blok A dan Blok B Pasar Tanah Abang juga menyerahkan secara simbolis 400 kios secara gratis kepada Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, yang kemudian diserahkan Menteri Suryadharma ke koperasi perempuan dan atlet nasional berprestasi.

Usai acara program Perkassa, Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, didampingi para menteri dan Pengembang Blok A Pasar Tanah Abang, Djan Faridz, berkesempatan untuk berkunjung ke kios-kios yang ada di Blok A Pasar Tanah Abang. Para pedagang dan pengunjung hiteris gembira dengan kunjungan Ibu Negara. Beberapa pedagang sempat bersalaman dan mengabadikan kunjungan itu. Ibu Ani terkagum-kagum dengan kondisi Blok A Pasar Tanah Abang yang saat ini sangat jauh dari kesan kumuh. Sekitar 13 tahun yang lalu saya berbelanja di Tanah Abang. Sekarang, saya sungguh kagum dengan kondisi Blok A Pasar Tanah Abang. Semua terlihat bersih, nyaman dan ber-AC. Ini benar-benar pasar tradisional dengan kualitas bintang lima, ungkap Ibu Ani. Proyek Percontohan di Gianyar, Bali SEBELUMNYA, pada 8 November 2007, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali didampingi Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata dan Ketua DPRD Agus Mahayastra meresmikan Kabupaten Gianyar, Bali sebagai proyek percontohan Program Perkassa. Gianyar terpilih sebagai percontohan nasional karena jumlah Koperasi Wanita (Kopwan) meningkat pesat. Saat ini, dari sekitar 1.000 koperasi yang ada di daerah ini, 77 Kopwan yang potensial mendukung program pemberdayaan perempuan. Menanggapi hal tersebut, Bupati Agung Bharata yang sangat concern terhadap ekonomi kerakyatan ini mengatakan hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat Gianyar telah dilayani koperasi. Semangat itu, menurut Agung Bharata, juga berdampak terhadap meningkatnya jumlah koperasi di Kabupaten Gianyar. Sampai akhir Oktober 2007, jumlah koperasi di Gianyar telah mencapai 896 unit. Namun data terakhir telah melebihi 1.000 unit. Dengan jumlah seperti itu, menempatkan Gianyar sebagai kabupaten yang memiliki jumlah koperasi terbanyak di Provinsi Bali.

Dukungan Yayasan Damandiri DALAM rangka menyukseskan program Perkassa, Yayasan Damandiri bekerja sama dengan PKK DKI Jakarta, Dinas Koperasi, dan Kantor BKKB DKI Jakarta, telah bekerja keras mengembangkan koperasi para ibu di DKI Jakarta. Yayasan Damandiri memberikan dukungan melalui berbagai kegiatan yang belum direncanakan sebelumnya, antara lain melalui dukungan untuk penyelenggaraan pelatihan bagi para ibu yang tergabung dalam PKK dari semua wilayah Jakarta. Latihan ini untuk mempersiapkan kelompok PKK yang mempunyai kegitan dan pengalaman dalam usaha ekonomi produktif, atau kegiatan simpan pinjam, bisa ditingkatkan menjadi kelompok koperasi berbadan hukum yang maju, ujar Prof Dr Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri. Yayasan Damandiri, atas permintaan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Ibu Tatiek Fauzi Bowo, juga memberikan beberapa kemudahan, seperti deposit modal awal yang harus disetor oleh anggota koperasi. Karena sebuah koperasi di Jakarta memerlukan modal awal yang cukup besar, akibatnya hanya keluarga yang sangat mampu saja yang bisa mendirikan sebuah koperasi.

Yayasan Damandiri melalui Bank Bukopin memberikan kredit modal kerja dengan bunga yang sangat ringan. Kredit modal kerja itu diberikan untuk jangka yang relatif panjang sehingga bisa menjadi modal jangka panjang bagi koperasi yang baru dibentuk tersebut. Apabila koperasi telah terbentuk dan kegiatannya cukup baik dan laik bank, melalui Bank Bukopin, Yayasan Damandiri memberikan kredit dengan bunga yang disubsidi. Untuk memperoleh kredit tersebut koperasi harus mempunyai program yang laik kredit sehingga setiap koperasi harus bekerja keras agar koperasinya segera menyusun program dan kegiatan yang bisa dikaitkan dengan dana yang ada pada bank. Usaha dan kegiatan yang dapat dikaitkan itu tidak harus berbentuk usaha dalam bidang industri atau perdagangan, tetapi usaha yang maju oleh anggotanya dapat saja dibantu untuk mendapat kredit melalui koperasinya. Koperasi bisa menjadi jembatan, dimana usaha anggota secara pribadi sekaligus dapat menjadi bagian yang saling menguntungkan dengan anggota lainnya. Selain itu, beberapa bank juga terlibat secara aktif dalam menyukseskan program Perkassa.

Dalam peringatan setahun Program Perkassa di Blok A Tanah Abang lalu, diberikan kucuran kredit senilai Rp90,435 miliar, yang terdiri dari Bank Mandiri Rp40,6 miliar, Bank BRI sebesar Rp46,8 miliar, Bank BNI Rp1,5 miliar, Bank DKI Rp1,5 miliar, Pundi (Bank Bukopin dan Yayasan Damandiri) sebesar Rp50 juta per anggota, KRISTA dari Pegadaian sebesar Rp1 miliar untuk 1.000 debitur di Tanah Abang.

Tags: , , , , , , , ,

3 Responses to “Program Perkassa Mengangkat Perempuan dan Ekonomi Keluarga”

  1. Ngatimi says:

    Harus ada sosialisasi kepada kaum ibu yg ada ditingkat desa, jangan sampai program sperti ini bernasib seperti P2KP yg ga jelas bentuknya (hususnya di desa saya sich)

  2. ibu saya memiliki usaha kecil di daerah Tulungagung – Jawa Timur,
    modal yang kami miliki selama ini kurang mencukupi.
    Apakah ibu saya dapat ikut serta dalam program PERKASSA ?
    mengetahui program PERKASSA ada di DKI Jakarta…

    Terima kasih…..

  3. Drs. Moh Hasan says:

    Ibu Maria Yuliastuti,
    Program PERKASSA bukan untuk di Jakarta saja, tapi untuk semua wilayah Indonesia. Coba Ibu cari lagi informasi di instansi departemen koperasi terdekat.

    Terima kasih.

Leave a Reply