Penandatanganan MoU Program Perkassa — Gianyar, Kabupaten Percontohan Tingkat Nasional

Keberhasilan Kabupaten Gianyar dalam membentuk koperasi wanita yang tersebar di seluruh desa/kelurahan dan kecamatan, menjadikan Gianyar sebagai satu-satunya kabupaten percontohan dalam Program Perkassa (Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera) tingkat Nasional. Prestasi di tingkat nasional ini diwujudnyatakan dengan dilakukannya penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI dengan Pemkab Gianyar yang dilaksanakan di Blok A Lantai 8 Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (27/12) kemarin.

Penandatanganan MoU yang dilakukan Bupati Gianyar AAG Agung Bharata ini serangkaian dengan diselenggarakannya acara Peningkatan Program Perkassa Tingkat Nasional yang disaksikan Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono, menteri Kabinet Indonesia Bersatu, dan Ketua Koperasi Wanita terpilih se-Indonesia.

Ada empat kriteria yang digunakan oleh pemerintah pusat untuk menilai kenapa Kabupaten Gianyar dipilih menjadi kabupaten percontohan. Pertama, sejak lima tahun terakhir koperasi di Gianyar meningkat pesat, pada awal tahun 2003 jumlah koperasi hanya 130 dan saat ini sudah mencapai 1.030 koperasi. Artinya selama lima tahun jumlah koperasi bertambah sebanyak 900 buah.

Kedua, tumbuhnya kelompok-kelompok usaha bersama (KUBE) yang dikelola oleh perempuan. Ketiga, jumlah Koperasi Wanita di Kabupaten Gianyar sebanyak 89 yang tersebar di seluruh desa/kelurahan dan kecamatan. Keempat, kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati Gianyar AAG Agung Bharata sangat memihak pada rakyat dan memberikan iklim yang sejuk untuk tumbuh dan berkembangnya koperasi di Kabupaten Gianyar.

Adapun kebijakan Bupati Gianyar AAG Agung Bharata mendapat dukungan penuh dari perempuan Gianyar. Terbukti, setelah terbentuk 89 koperasi wanita, disusul pembentukan koperasi wanita di lingkungan PKK, koperasi wanita pedagang canang, koperasi seniman tari, koperasi wanita seniman tabuh dan sebagainya.

Dalam mengembangkan Gianyar menjadi Kabupaten Percontohan Program Perkassa, Kementerian Negara Koperasi di Kabupaten Gianyar menyertai berbagai pelatihan program, seperti penyelenggaraan berbagai pelatihan untuk meningkatkan SDM, UKM perempuan, bantuan dana bergulir bagi Koperasi Wanita, fasilitas kerja sama antar-Koperasi Wanita seluruh Indonesia, dukungan penyelenggaraan promosi produk UKM Wanita, dan fasilitas penyediaan bahan baku produksi. Keseluruhan program ini akan dilaksanakan mulai Januari 2008.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono mengatakan perempuan merupakan kekuatan dalam pembangunan. Karena itu segala perencanaan pembangunan semestinya melibatkan kaum perempuan. Melalui Program Perkassa ini diharapkan mampu mengatasi kemiskinan keluarga melalui kegiatan perekonomian oleh perempuan.

Sementara itu, Menteri Negara Koperasi dan UKM RI Suryadharma Ali dalam sambutannya mengatakan, perempuan dalam keluarga memegang peranan sangat penting. Tidak saja sebagai pengelola keuangan keluarga, juga pengusaha yang sangat ulet dan produktif. Bahkan, perempuan dikenal tertib, jujur, hati-hati dan disiplin dalam pengelola keuangan. Perannya yang sangat besar tesebut, perempuan justru merupakan pihak atau kelompok yang sering termaginalkan termasuk dalam sistem ekonomi. ”Perempuan adalah kelompok sasaran yang sangat strategis dalam pendekatan pemberdayaan usaha mikro, sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran melalui peningkatan kewirausahaan di kalangan perempuan,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, kemiskinan di Indonesia sebagian besar merupakan kondisi yang akrab dengan kehidupan perempuan. Sebagaimana data Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa pendapatan rata-rata kaum perempuan hanya sekitar 68 persen dari pendapatan rata-rata pria. Data lain juga menunjukan pada kemiskinan yang dialami perempuan, antara lain rendahnya anak perempuan yang mengikuti pendidikan formal di tingkat sekolah lanjutan, serta terpusatnya pekerja perempuan dengan tingkat pendidikan, keterampilan dan upah yang rendah.

Sementara itu, Bupati Gianyar AAG Agung Bharata, S.H. usai menandatangani nota kesepakatan bersama mengatakan agama Hindu mengajarkan untuk menghargai dan menghormati wanita. Dikarenakan, wanita merupakan cerminan kesuburan, pemelihara dan regenerasi. Program pembentukan dan pengembangan koperasi wanita, dimaksudkan untuk dapat mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki oleh kaum wanita, sehingga mampu memberikan kontribusi dalam menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply