Jakarta, 31/8/2007 (Kominfo-Newsroom) – Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Suryadharma Ali menilai Program Pembiayaan Produktifitas Koperasi dan Usaha Mikro (P3KUM) maupun Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (PERKASSA), mampu memecahkan permasalahan koperasi secara nasional.
“Saya bersama deputi-deputi punya keyakinan, program P3KUM dan PERKASSA dapat memecahkan masalah,” ujarnya di Jakarta, Jum’at (31/8).
Kedua program itu tersebut diyakini menteri bersama jajarannya apabila kedua program yang dananya diambil dari anggaran Kementerian KUKM tersebut diterima oleh orang yang tepat. Selanjutnya, apabila orang yang tepat tersebut menyalurkan kepada sasaran yang tepat pula.
Untuk melihat keyakinan pejabat di Kementerian KUKM, menteri meminta ada baiknya wartawan koperasi melakukan survey, melihat secara langsung apakah program P3KUM dan PERKASSA sudah efektif atau belum.
”Ini saya perlukan betul, kalau wartawan dapat melakukan survey langsung, jadi kita mengetahui dimana letak kekuatan dan kelemahan P3KUM dan PERKASSA,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian KUM Agus Muharram mengatakan, sampai dengan tahun 2009 ada 6.103 koperasi yang akan diperkuat permodalannya melalui program P3KUM.
”Untuk program P3KUM, satu kecamatan mendapat jatah satu koperasi. Dan itu berlaku kepada seluruh provinsi/kabupaten/kecamatan/kelurahan di Indonesia” katanya.
Sementara itu, sekitar 3.000 koperasi melalui program PERKASSA. Masing-masing koperasi pada masing-masing program memperoleh dana perkuatan sekitar Rp100 juta.
Menurut dia, pada program PERKASSA tidak tergantung kepada kecamatan, tapi tergantung kepada demand (permintaan) yang ada. ”Misalkan di kecamatan terdapat koperasi lebih dari satu, maka itu diperbolehkan. Tentunya distribusi daerah-daerah tergantung seberapa banyak kecamatannya.”
Agus mencontohkan, di pulau Jawa yang menempati peringkat tertinggi adalah provinsi jawa Timur, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di pulau Sumatera, peringkat tertinggi yaitu di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan serta Lampung, sedangkan di Kalimantan, yang tertinggi adalah di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. (T.Ve/Dw/toeb/c)
Tags: Koperasi Wanita, wanita perkassa