Ibu Negara, Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono akan menghadiri peringatan satu tahun Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (Perkassa) di Pasar Grosir Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Kamis.
Perkassa merupakan program perkuatan permodalan kepada Koperasi Simpan Pinjam atau Koperasi Jasa Keuangan Syariah yang dikelola dan dianggotai oleh mayoritas perempuan.
Program Kementerian Negara Koperasi dan UKM ini pertama diluncurkannya pada 21 Desember 2006, dan diresmikan oleh Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, bertepatan dengan suasana Hari Ibu ke-78.
Menurut rencana, Ibu Negara akan menyematkan tanda “Duta” terhadap artis dan perancang busana, Ratih Sanggarwati dan Okky Asokawati, yang masing-masing akan menjadi Duta Perempuan Perkassa dan Duta Koperasi Wanita Indonesia.
Meneg Koperasi dan UKM, Suryadharma Ali, dalam siaran persnya mengatakan, pengangkatan kedua duta itu bertujuan untuk memperkenalkan Program Perkassa dan peran Koperasi Wanita kepada masyarakat luas.
“Selain itu, juga untuk lebih mengefektifkan upaya sosialisasi, advokasi kelembagaan serta pembangunan karakter atau `character building` di kalangan perempuan pengusaha, utamanya yang tergabung dalam Koperasi Wanita dan kelompok-kelompok usaha yang dikelola oleh kaum perempuan dalam skala mikro dan kecil,” katanya.
Program Perkassa memfasilitasi pemberian bantuan perkuatan modal berupa bantuan pinjaman modal kepada koperasi untuk disalurkan kepada anggota dengan persyaratan tertentu dan mekanisme dana bergulir.
Sementara perempuan menjadi target dari program tersebut karena mereka dinilai kerap menjadi pihak yang paling menderita saat terkena dampak kemiskinan ketimbang kaum pria.
“Padahal, perempuan dalam keluarga memegang peranan sangat penting, tidak saja sebagai pengelola keuangan dalam keluarga, tetapi juga dapat berperan ganda di dunia pekerjaan,” kata Suryadharma.
Menurut dia, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan adalah “pengusaha” yang sangat ulet dan produktif, dengan waktu produktivitas mencapai 13 jam sehari atau bahkan lebih.
“Perempuan juga dikenal tertib, jujur, cermat, hati-hati, dan disiplin dalam hal pengelolaan keuangan,” katanya.
Selain itu, kaum perempuan dinilai menjadi kelompok sasaran yang sangat strategis dalam pendekatan pemberdayaan usaha mikro dan kecil, sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran dengan membangkitkan jiwa kewirausahaan di kalangan kaum perempuan.
Melalui Perkassa, sejak 2006 hingga akhir 2007 telah dilakukan perkuatan permodalan kepada 450 Koperasi Wanita yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pada 2008, direncanakan jumlah Koperasi Wanita penerima Perkassa akan ditingkatkan hingga 1.000 Koperasi Wanita, atau meningkat empat kali lipat dibandingkan 2007.
Hingga 2009 diharapkan setidaknya 3.000 Koperasi Wanita telah menerima perkuatan permodalan melalui program ini, sehingga pelayanan permodalan kepada pengusaha perempuan, khususnya skala mikro dan kecil yang kesulitan dalam mengakses kepada sumber pembiayaan, dapat ditingkatkan.
Dalam acara yang diselenggarakan di Pasar Grosir terbesar di Jakarta itu, juga akan dilakukan “Penandatanganan Kesepakatan Bersama” antara Kementerian Negara Koperasi dan UKM dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar-Provinsi Bali untuk mengembangkan Kabupaten Gianyar sebagai Kabupaten Percontohan Program Perkassa.
Akan hadir dalam acara tersebut 25 pengurus Koperasi Wanita Peserta Program Perkassa se-Jabodetabek hasil binaan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) bekerjasama dengan Kementerian Negara Koperasi dan UKM.
Rencananya, ke depan ke-25 Koperasi Wanita tersebut akan berpartisipasi dalam pengembangan Program “Rumah Pintar” yang dilaksanakan oleh SIKIB.
Tags: koperasi simpan pinjam, Koperasi Wanita, Perkassa, presiden, ulang tahun perkassa, wanita perkassa