Gianyar,
Seiring dengan meningkatnya jumlah Koperasi Wanita (Kopwan) di Kabupaten Gianyar, daerah seni ini akan diproyeksikan menjadi kabupaten percontohan program Perempuan Keluarga Sehat Sejahtera (Perkassa) secara nasional. Saat ini dari sekitar 1.000 koperasi yang ada di daerah ini, 77 Kopwan yang potensial mendukung program pemberdayaan perempuan.
Demikian diungkapkan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Suryadharma Ali saat peresmian Unit Usaha Pengolahan Kayu, Penyerahan Bantuan dan Badan Hukum Koperasi di Banjar Tegal Suci, Tampaksiring, Kamis (8/11) kemarin.
Menteri Suryadharma Ali yang didampingi Bupati Gianyar A.A. Gde Bharata, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Bali Ida Bagus Alit mengatakan, dari aspek ekonomi, Perkassa merupakan program pemberdayaan kaum perempuan. Kata Suryadharma, kaum perempuan memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pendapatan dan menjalankan perekonomian keluarga. Koperasi dan usaha kecil yang dikelola perempuan sangat potensial untuk berkembang. Sebab, tingkat tanggung jawab mereka sangat tinggi. Di samping kaum perempuan sangat penuh perhitungan dan hemat dalam pengeluaran. ”Gianyar yang sukses membentuk koperasi wanita, mempunyai potensi besar untuk program Perkassa ini,” ungkapnya.
Target realisasi proyek percontohan ini 2009 nanti. Namun untuk saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM masih menggenjot pada bidang kelembagaan karena masih banyak kaum perempuan yang belum memiliki koperasi secara kelembagaan. Namun secara nasional, program peningkatan kelembagaan dari masyarakat kaum perempuan ini diharapkan pada 2008 terbentuk 1.000 koperasi. Potensi tersebut sangat terbuka, sebab sudah banyak perempuan yang tergabung dalam kelompok tani, usaha bersama dan UPPKS untuk dijadikan koperasi. ”Koperasi yang dikelola oleh perempuan seluruh Indonesia ada 1.300 unit dari sekitar 140.000 koperasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sementara untuk dana Perkassa Rp 25 milyar yang diproyeksikan pada 2007, belum semuanya terserap. Untuk itu perlu diadakan program-program khusus yang intinya bisa mempercepat koperasi bagi kaum perempuan. Kesempatan serupa juga diberikan kepada kaum perempuan di pedesaan. Mereka berpeluang untuk mengelola beragam bentuk koperasi. Koperasi yang terbentuk, bisa mengajukan program Perkassa dan nantinya akan mendapatkan dana perkuatan Rp 100 juta. Masing-masing kecamatan bisa diberikan dana kepada satu atau lebih koperasi untuk program Perkassa ini.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Agung Bharata yang sangat concern terhadap ekonomi kerakyatan ini mengatakan, hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat Gianyar telah dilayani koperasi. Ia mencontohkan pengusaha kecil di pedesaan telah membentuk koperasi di tingkat banjar. Dengan demikian, seluruh banjar telah terbentuk koperasi banjar. Begitu pula para seniman sudah membentuk koperasi seniman, petani membangun koperasi tani dan perajin membentuk koperasi kerajinan.
Akhir-akhir ini semangat UKM dan perajin wanita yang tergabung dalam organisasi PKK untuk membentuk koperasi sangat tinggi. ”Sekarang saja seluruh kecamatan dan desa di Gianyar telah terbentuk koperasi wanita,” katanya.
Semangat itu, menurut Agung Bharata, juga berdampak terhadap meningkatnya jumlah koperasi di Kabupaten Gianyar. Sampai akhir Oktober 2007, jumlah koperasi di Gianyar telah mencapai 896 unit. Namun data terakhir telah melebihi 1.000 unit. Dengan jumlah seperti itu, menempatkan Gianyar sebagai kabupaten yang memiliki jumlah koperasi terbanyak di Propinsi Bali.
Agung Bharata juga mengakui kegairahan masyarakat Gianyar untuk membentuk koperasi, tidak terlepas dari dorongan dan motivasi Menteri Suryadharma.
Tags: Add new tag, gianyar, Koperasi Wanita, kopwan, ukm, wanita perkassa